Membina Tangga Menuju Langit
Sullam memiliki huruf dasar yang sama dengan Islam, iaitu Sin, Lam dan Mim. Sullam artinya tangga.
Istilah Sullam digunakan di beberapa ayat di Al Qur'an. Contohnya pada surat At Tur ayat 38:
"Ataukah mereka mempunyai tangga / sullam (ke langit) untuk mendengarkan pada tangga itu (hal-hal yang gaib)? Maka hendaklah orang yang mendengarkan di antara mereka mendatangkan suatu keterangan yang nyata."
(QS. At Tur: 38)
Dari istilah tersebut, Islam juga bermakna "Sullam", tangga, dengan kata lain adalah bertahap.
Manusia secara fitrah tercipta dalam kebertahapan dan keseimbangan. Kebertahapan selalu hadir dalam seluruh kehidupan manusia, baik secara individu mahupun kolektif.Sebagaimana tahapan kehidupan, mulai dari alam rahim, alam dunia, alam kubur, dan seterusnya. Al Qur'an juga diturunkan secara bertahap ke dunia melalui malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad, tidak diturunkan secara langsung keseluruhan.
Dalam mengenalkan Islam ke seluruh manusia juga ada tahapannya, sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Dalam proses belajar pun kita melakukannya secara bertahap, diawali dengan mempelajari ilmu-ilmu dasar(basic), sampai ke perbahasan yang lebih tinggi. Hidup ini tidak terlepas dari yang namanya kebertahapan.
Bertahap juga boleh diertikan sebagai tidak tergesa-gesa.
Kaitannya antara Sullam (bertahap) dengan Islam dalam menerapkan Islam ada tahapannya, bersungguh-sungguh mulai dari menguatkan aqidah, ibadah, dan seterusnya hingga menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.Kekuatan aqidah akan menentukan kualiti dan kuantiti sesuatu ibadah.Ini sebab dengan meyakini sesuatu ia mampu menggerakkan seluruh anggota untuk bekerja menggapai apa yang dicita.
Mari kita jadikan hari peperiksaan sebagai contoh.Percaya atau tidak,keyakinan dalam mempercayai kewujudan hari peperiksaan mampu memberikan momentum yang kuat untuk kita berusha dalam sekelip mata. Oleh kerana itu bagi yang baru ingin mengenal Islam, janganlah ambil remeh untuk mempelajari dasar-dasar Islam supaya dengan keyakinan itu nanti mampu menghasilkan usha-usha yang luar biasa.
Saudaraku, di dalam Al Qur'an, penggunaan istilah "Sullam" selalu dikaitkan dengan "tangga menuju langit". Maka, tahapan yang kita lalui dalam Islam adalah tahapan menuju tingkat yang lebih tinggi dan lebih mulia,bukanlah tahapan menuju ke tingkat yang sama atau lebih rendah. Ini ertinya, kita tidak diarahkan untuk menjadi muslim yang tidak ada peningkatan iman atau yang lebih parah semakin jauh dari iman dan taqwa.
Perkongsian yang ringkas,moga bermanfaat.
Taqlid ini bermaksud mengikuti orang lain tanpa mengetahui alasan dan tujuannya.Ia merupakan penghalang bagi kemerdekaan akal dan pengekang akal untuk berfikir.
Oleh sebab itu,Allah memuji orang-orang yang bersikap objektif terhadap berbagai fakta dan dapat membezakan antara satu dengan yang lain,sesudah diteliti ,diperiksa dan dicermati lalu mereka mengambil yang terbaik dan meninggalkan yang lain:
firman Allah :
sampaikanlah berita gembira kepada hamba-hamba-Ku yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya.mereka itulah orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal
(az-zumar: 17-18)
Allah mencela orang-orang yang bertaqlid ,yang tidak mahu berfikir kecuali dengan mengikuti fikiran orang lain.
mereka hanya terus mengikuti perkara lama yang sudah menjadi kebiasaan,meskipun perkara yang baru lebih benar dan lebih bermanfaat bagi mereka.
firman Allah :
'dan apabila dikatakan kepada mereka : ikutilah apa yang diturunkan Allah.mereka menjawab : (tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari perbuatan nenek moyang kami.apakah mereka akan mengikuti juga.Walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengeahui suatau apapun,dan tidak mendapat petunjuk'
(al-baqarah : 170)

sesungguhnya Allah menjadikan aqidah ini berlaku umum bagi seluruh manusia dan kekal sepanjang masa kerana ia mempunyai kesan yang jelas dan banyak memberi manfaat dalam kehidupan individu maupun masyarakat.

terdapat 6 perkara yang menjadi teras kepada keimanan :
beriman kepada Allah dapat memancarkan perasaan-perasaan yang agung,membangkitkan pelbagai kebaikan,membina rasa sentiasa diawasi Allah,memotivasi untuk mencari hal -hal yang mulia dan menjauhka seseorang dari amal yang hina dan tidak bermanfaat.
beriman kepada malaikat dapat mendorong seseorang untuk mencontohi sifat-sifat mereka dalam hal kesucian dan ketakwaan mereka kepada Allah.
beriman kepada kitab-kitab Allah akan hasilkan pengetahuan tentang manhaj(sistem kehidupan) yang benar yang telah digariskan oleh Allah untuk umat manusia,agar dengan melalui manhaj tersebut,hambanya dapat mencapai kehidupan yang lebih baik.
beriman kepada rasul hanya dimaksudkan untuk mengetahui langkah-langkah mereka,berakhlak mereka dan meneladani kehidupan mereka.
beriman kepada hari kiamat akan mendorong seseorang untuk mengerjakan kebaikan dan meninggalkan keburukan
beriman kepada qado dan qadar dapat memberikan bekal kepada seseorang dengan berbagai potensi dan kekuatan yang mampu menghadapi pelbagai kesulitan dan kesusahan.ini membuatkan persoalan-persoalan yang besar menjadi kecil.
demikianlah,aqidah itu bermaksud untuk membersihkan perilaku,menyucikan jiwa dan mengarahkan kepada nilai-nilai yang baik,di samping ia merupakan hakikat kebenaran yang kukuh dan tidak berubah.
membersihkan perilaku dengan jalan menanamkan aqidah agama merupakan salah satu cara pendidikan (uslub tarbiyah) yang paling agung kerana ia memiliki pengaruh terhadap perasaan dan perlakuan.Jadi,menanam aqidah ke dalam jiwa merupakan cara paling tepat untuk mewujudkan usur-unsur yang baik.
Allah banyak merakamkan perihal aqidah ini di dalam alquran.al-quran sentiasa menyebutkan aqidah(iman) di urutan yang pertama dan akan diikuti oleh amal-amal kebaikan.
berikanlah berita gembira kepada orang-orang beriman dan berbuat kebaikan bahawasanya mereka itu akan memperoleh syurga-syurga yang dibawahnya mengalir bebrapa sungai
(al-baqarah : 25)
Jelas sekali hikmahnya,mengapa aqidah atau iman ini dijadikan sebagai prinsip umum dan kekal abadi.apabila kehilangan aqidah(iman) maka rohani akan mengalami kematian.aqidah adalah cahaya yang apabila manusia tidak mendapatkannya maka ia akan tersesat ke dalam berbagai lembah kehinaan.
Tanda-tanda kewujudan Allah
Kemustahilan mengetahui dzat tuhan tidak bererti menafikan keberadaannya.
Sesungguhnya hakikat dzat tuhan tidak dapat diketahui oleh akal.akal tidak akan mampu mengetahui hakikat-nya.ini sebab dzat tuhan itu berada di atas keupayaan manusia yang sememangnya tidak dapat dijangkau oleh akal fikiran.Allah telah menciptakan manusia ini dengan satu keterbatasan yang tertentu.manusia ini terbatas dengan penglihatan,pendengaran,pemikiran,masa(waktu) dan lain-lain lagi tetapi Allah tidak penah terikat pun dengan sesuatu,malah masa(waktu) sendiri adalah hamba Allah.oleh sebab itu Allah mengetahui pekara-pekara yang telah terjadi,sedang terjadi dan akan terjadi.
manusia ini lemah teman-teman.walaupun kecerdasan dan kemampuan akal manusia itu sudah mencapai tahap kemuncaknya,namun ia sangat terbatas dan sangat lemah untuk mengetahui berbagai hakikat.

Akal manusia ini tidak mampu mengetahui hakikat jiwa manusia itu sendiri.pengetahuan tentang jiwa masih merupakan salah satu persoalan yang sulit untuk dipecahkan oleh ilmu pengetahuan.manusia sendiri tidak dapat mengetahui perihal yang ada di dalam diri manusia sendiri,apatah lagi mahu mengetahui perihal penciptanya.
Seorang ahli falak terkenal,Kamil flamaryun, dalam bukunya yang bertajuk ‘kekuatan alam yang misteri’ berkata:
Kami melihat diri kami berfikir,namun apa itu berfikir.
Tidak seorang pun yang dapat menjawab pertanyaan ini dengan pasti.ilmu pengetahuan manusia sampai saat ini masih tidak mampu membuktikan banyak hal.
Penting..penting..
Keterbatasan akal fikiran ,kelemahan untk mengetahui hakikat sesuatu,dan ketidakmampuan akal untuk mengetahui hakikat jiwa manusia itu sendiri tidaklah bermaksud menafikan keberadaannya.
Kelemahan akal untuk mengetahui hakikat jiwa,ketidakmampuan akal untuk mengetahui apa itu jiwa dan berfikir tidak bermaksud menafikan adanya jiwa dan tidak juga menafikan tentang adanya berfikir.
Demikian pula mengenai dzat tuhan.bila manusia tidak mampu mengetahui hakikatnya,maka tidak bermaksud dzat nya tiada, bahkan Allah dan keberadaannya jauh lebih kuat dari segala yang ada.
Meskipun demikian Allah tetap mengemukakan bukti-bukti yang dapat membimbing manusia kepada kebenaran.
alam semesta menegaskan kewujudan tuhan pencipta.

Wujud allah sangat nyata dan terang bagaikan terang-benderangnya matahari.
Segala sesuatu yang ada di alam ini menjadi bukti atas keberadaan tuhan yang maha pencipta.benda-benda alam dan segala unsurnya menegaskan bahwa itu semua ada yang mencipta dan mengaturnya.segala isi di dunia ini seperti planet,tumbuhan,haiwan dan manusia sendiri mempunyai keterkaitan antara satu sama lain.semua ini mempunyai keseimbangannya yang telah diaturkan.mana mungkin segala ini terjadi secara kebetulan.kebetulan tidak akan menghasilkan keseimbangan yang begitu kompleks.ini semua tidak lain dan tidak bukan adalah merupakan bukti adanya Allah az zawajalla.
Akal yang sehat tidak akan dapat membayangkan bahawa benda-benda ini semua terjadinya tanpa ada yang mencipta,sebagaimana akal tidak dapat membayangkan adanya barang buatan tanpa ada yang membuat.
Apabila akal manusia menganggap mustahil terbangnya pesawat di udara atau menyelamnya kapal selam di lautan tanpa adanya pembuat pesawat dan pembuat kapal,maka hal ini menetapkan secara pasti akan kemustahilan adanya alam yang sangat indah ini tanpa adanya pengatur yang mengaturkan urusannya.
Fitrah sebagai bukti adanya Allah.

Perasaan yang tertanam di dalam jiwa setiap manusia ingin bertuhan ini adalah antara satu bukti tentang kewujudan tuhan yang maha suci.
Perasaan ini merupakan pembawaan manusia sejak dilahirkan lagi.perasaan ini disebut perasaan fitrah.di atas perasaan fitrah inilah Allah menciptaan manusia itu.manusia tidak perlu di ajar untuk mengenali tuhannya.ia satu fitrah sebagaimana ibu kasihkan anaknya.lelaki inginkan permpuan dan permpuan inginkan lelaki.
Inilah yang biasa diungkapkan dengan naluri keagamaan.
Pengalaman

- berapa banyak orang berdoa kepada tuhan-nya,lalu tuhan mengabulkan doanya.
- berapa banyak penyakit yang dideritai manusia lalu Dia menyembuhkannya.
- berapa banyak kepedihan yang dialami manusia lalu Dia meringankannya.
- berapa banyak kesempitan yang menghimpit lalu Dia melonggarkannya
sesungguhnya pengalaman-pengalaman manusia akan membimbingnya dan menghantarkannya kepada Allah.
Pengalaman ini dapat mengungkap hakikat kebenaran tuhan kerana tidak dapat dijelaskan melalui inderanya.seringkali manusia kehilangan semua kemudahan yang dapat menghasilkan kebaikan bagi mereka.apabila mereke menghadap tuhan dengan sepenuh hati,maka keinginan yang diinginkan itu akan terwujud.
Lantas dengan apa kita menafsirkan ini semua.apakah ada penafsiran yang lebih tepat selain mengatakan bahawa di balik itu semua ada tuhan yang maha kuasa.
Dukungan ilahi

Di antara bukti adanya tuhan adalah orang-orang yang benar-benar beriman kepada Allah lebih tinggi ilmunya,lebih banyak adabnya,lebih suci jiwanya,lebih bersih hatinya,lebih banyak pengorbanannya,lebih besar keprihatinannya kepada orang lain dan lebih banyak manfaatnya daripada orang yang tidak beriman.
Rasa-rasanya faktor apa yang dapat mengubah watak dan kecenderungan tersebut kepada kebenaran,kebaikan,keindahan dan kesempurnaan.
Mengapa mereka tidak seperti orang-orang lain yang tidak beriman kepada Allah,iaitu keras wataknya,kotor jiwanya,gelap hatinya,rosak akhlaknya dan pelbagai lagi unsure-unsur negative
Tidak ada rahsia di balik itu kerana orang-orang beriman ini mendapat dukungan dari ilahi dengan diberikan pelbagai potensi dan kekuatan sehingga mencapai kesempurnaan.
Ini merupakan bukti yang kuat atas adanya kekuatan rohani yang tersembunyi.
Keterangan agama

Di antara hal yang dapat dipergunakan sebagai bukti atas adanya tuhan yang sebenarnya adalah bahawa orang-orang pilihan dari hamba-hamba Allah semuanya menyeru umat manusia kepada Allah.semenjak nabi Adam hingga nabi muhamad.
Bukti-bukti atas kebenaran seruan mereka ini telah nyata,iaitu pertolongan Allah pada mereka,sedangkan ajaran orang-orang kafir direndahkan.
Bukti manakah yang lebih kuat dari perkataan orang-orang berdakwah yang mengajak manusia menyembahNya dan memperoleh pertolongan-nya.
Akal dan ilmu pengetahuan tidak ada satu pun bukti yang boleh dijadikan sebagai sandaran dalam meniadakan dan mengingkari kewujudan Allah.
Malah kita boleh mempersoalkan kepada mereka yang tidak percaya kepada kewujudan tuhan tentang apa bukti mereka yang mengatakan tuhan itu tidak wujud.sila berikan dalil kepada kami.
Iman ini mencerminkan aqidah dan hal-hal yang menjadi landasan syariat islam.Dan dari dasar-dasar ini keluarlah cabang-cabangnya.
Amal pula mencerminkan syariah dan cabang-cabang yang dianggap sebagai tindak tanduk bagi iman dan aqidah


Iman dan amal ini kedua-duanya berkaitan satu sama lain seperti keterkaitan antara buah dengan pohon,atau keterkaitan akibat dan sebab-sebabnya,atau pendahuluan dan kesimpulannya.apabila pohonnya teguh(yakni iman),kukuh dan sehat maka akan menghasilkan buah(amal) yang ranum,manis dan segar.iman dan amal ini tidak dapat dipisahkan antara satu sama lain.bak kata pepatah melayu. ’bagai aur dengan tebing’ .Akibat dari keterkaitan yang mustahak ini banyak sekali firman Allah SWT yang membuktikan keterkaitan antara dua hal yang sangat utama ini.Antara ayat-ayat Allah yang menyebutkan keterkaitan antara iman dan amal ini ialah:
sebagai contoh firman Allah:
“beritakanlah kabar gembira kepada orang-orang beriman dan berbuat kebaikan ,bahawasanya
mereka itu akan memperoleh surga yang di bawahnya mengalir beberapa sungai”
(Al-baqarah:25)
“Barang siapa yang mengejarkan kebaikan ,baik lelaki mahupun permpuan dan ia seorang yang beriman,maka pastilah kami (Allah) akan memberinya kehidupan yang baik dan pasti kami akan beri balasan dengan pahalanya,menurut apa yang telah dikerjakan dengan sebaik-baiknya”
(an-nahl:97)
“sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal soleh,maka tuhan yang maha pengasih akan memancarkan dalam(hati) mereke rasa kasih saying”
(maryam:96)
Jika kalian melihat dengan teliti firman Allah SWT ini,kalian akan mendapati selepas dari kata-kata beriman Allah SWT akan meneruskan dengan ungkapan amal soleh,mengejarkan kebaikan dan berbuat kebaikan,ini semua boleh kita kategorikannya sebagai amal.Jelas ni sini iman dan amal itu tidak dapat dipisahkan.
hipotesis yang dapat kita buat disini ialah
“semakin tinggi iman semakin tinggi amal manakala semakin rendah iman semakin rendahlah amal”.
Dan analogi yang dapat kita kongsikan tentang situasi ini adalah tentang perihal sebuah kereta.kereta tidak akan dapat begerak jika salah satu dari kedua-dua tayar hadapan dan belakangnya tidak ada.maka untuk memastikan sebuah kereta itu bejaya digerakkan dengan baik,wajiblah kita memastikan kereta itu siap dengan tayar hadapan dan tayar belakangnya.jika kita mahu pergerakan kereta kita itu lebih lancar di dalam perjalanan,maka sudah pasti kita akan menyiapkan kereta kita itu dengan tayar-tayar yang lebih berkualiti.
Untuk kita mengharungi perjalanan di dalam kehidupan kita sehari-hari ini,kita juga memerlukan iman dan amal yang sungguh berkualiti sesuai dengan analogi yang diberikan tadi

Kesimpulannya disini,perkara utama yang sangat perlu ditekankan jika kita benar-benar mahu mengambil islam sebagai manhaj hidup kita ialah tentang hal iman dan amal.Dengan mempunyai iman yang kuat maka ia akan melahirkan amal-amal yang luar biasa.Hal ini boleh dibuktikan dengan kita mengkaji kisah-kisah para sahabat.Walaupun keadaan mereka yang sungguh terseksa dengan pelbagai ujian dan rintangan namun mereka dapat menghasilkan ibadah yang sangat menakjubkan.Tindakan-tindakan mereka sungguh luar biasa jika dibandingkan dengan kekuatan yang ada di dalam diri manusia itu sendiri.
Kekuatan mereka juga sangat ditonjolkan ketika mana mereka melakukan ketaatan kepada Allah SWT.Jadi apa sebenarnya rahsia mereka yang mampu memberikan mereka kekuatan sebegini mantap.Tidak lain dan tidak bukan adalah dari iman yang sangat kukuh dan teguh.
iman mereka bagaikan mutiara yang senantiasa bercahaya.


Jadi,kekuatan kita untuk melakukan ibadah kepada allah SWT juga akan menjadi lebih mantap hasil dari sebuah iman yang teguh dan kukuh.Ini kerana dengan mempunyai iman yang kukuh segala ibadah yang kita lakukan seharian mempunyai ruhnya yang tersendiri.Kita seharusnya mengerti dan mengetahui mengapa kita perlu melakukan ibadah-ibadah ini.Memang secara logik akalnya kita akan senantiasa bersemangat melakukan hal-hal yang kita mengetahui manfaatnya dan berasa lemah untuk melakukan sesuatu yang tidak ada kebaikannya.Bukan sahaja hal –hal yang kecil malah hal-hal yang besar juga menjadi ringan apabila kita sangat mencintainya.
Selamat berjaya dalam kita mengambil islam sebagai jalan hidup,jangan membuang waktu lagi,kematian itu sangat hampir sekali dengan kita cuma kita sahaja yang melupakannya.ingatlah wahai teman-teman.tiada bekal lagi yang boleh kalian bawakan setelah kematianmu.hamba Allah yang daif ini beharap agar kalian sangat sedar tentang hakikat ini.jangan menangguh lagi.
Cara membina dan meningkatkan iman
Apabila kita sudah memahami konsep iman dan amal yang merupakan inti utama dalam pembentukan seorang muslim.Oleh itu,semestinya dan sepatutnya akan wujud satu persoalan dalam hati kita yang akan mengatakan :
bagaimana cara-cara untuk membina dan meningkatkan iman tersebut sehingga berjaya menghasilkan amal-amal yang sungguh luar biasa.
Disini yang akan cuba menceritakan bagaimana para rasul menyampaikan iman atau aqidah ini kepada umat manusia.cara mereka mudah difahami,sederhana dan logik.
Pertama,para rasul mengajak mereka untuk memperhatikan kerajaan langit dan bumi
Kedua,para rasul membangkitkan akal mereka untuk berfikir tentang ayat-ayat Allah atau kata lain tanda-tanda kekuasaan Allah.
Ketiga,para rasul juga mengambil jalan untukmengingatkan mereke kembali kepada fitrah mereka yang beragama.
Keempat,rasul-rasul cuba menumbuhkan kesedaran akan adanya satu alam lain di balik alam materi ini.
Dengan cara inilah rasullullah SAW menanamkan aqidah ke dalam jiwa umatnya,mengarahkan pandangan dan pikiran mereka,membangkitkan akal dan mengingatkan mereka dengan fitrah yang telah semula jadi tertanam dalam hati umatnya dan merawat dengan pendidikan hingga berjaya mencapai puncak kejayaan.
Sebelum yang berkongsi ilmu bagaimana cara-cara untuk membina dan meningkatkan iman,yang mahu menjelaskan apa sebenarnya kandungan iman itu.
Iman ini sebenarnya meliputi 6 pekare :
- percaya kepada Allah
- percaya kepada malaikat
- percaya kepada kitab
- percaya kepada rasul
- percaya kepada hari kiamat
- percaya kepada qada dan qadar
bagaimanakan cara-cara untuk kita mengenal dan mempercayai kewujudan Allah SWT.
Mengenal Allah ini mempunyai 2 cara iaitu :
- 1) memikirkan dan memperhatikan segala sesuatu yang diciptakan Allah
- 2) mengenal nama-nama Allah
mengenal Allah melalui tafakkur(berfikir)

sesungguhnya setiap organ tubuh mempunyai tugas,sedangkan tugas akal adalah merenungkan, memperhatikan dan memikirkan.jika potensi ini tidak digunakan maka hilanglah kerja akal dan tidak berfungsi pula tugasnya yang terpenting.
Islam mengkehendaki agar akal bangkit melepaskan diri dari dibelenggu dan bangun dari tidurnya.lalu islam mengajak untuk memperhatikan dan memikirkan
Sebagaimana firman Allah SWT :
Katakanlah : perhatikanlah apa yang ada di langit dan dan di bumi (yunus:101)
Katakanlah : sesungguhnya aku hendak memperingatkan kepadamu suatu hal saja,iaitu supaya kamu menghadap Allah kemudian kamu pikirkan muhamad (saba:46)
Orang yang mengingkari nikmat akal fikiran,tidak mempergunakannya sesuai dengan tujuan penciptaannya,dan melupakan ayat-ayat Allah bererti menempatkan diri di tempat yang hina dan tercela.
Sebagaimana firman Allah SWT :
Dan banyak sekali tanda-tanda kekuasaan Allah di langit dan di bumi dan mereke melaluinya,sedang mereka berpaling daripadanya.
( yusuf : 105)
Tidak memfungsikan akal dapat menurunkan derajat manusia ke tingkatan yang lebih rendah dari derajat binatang.
Dan sesungguhnya kami jadikan untuk isi neraka jahanam kebanyakan dari jin dan manusia,mereka mempunyai hati tetapi tidak di pergunakannya untuk memahami(ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi)tidak dipergunakannya untuk melihat(tanda-tanda kekuasaan allah),dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak digunakannya untuk mendengarkan(ayat-ayat Allah).mereka itu sebagai binatang ternak,bahkan mereka lebih sesat lagi,mereka itulah orang-orang yang lalai.
(al-araf:179)

Tujuan berfikir

Diantara tujuan berfikir paling mulia yang dikehendaki islam adalah untuk membangkitkan akal dan memfungsikannya untuk merenung dan memikirkan sesuatu yang boleh memberi petunjuk kepada manusia agar memahami undang-undang kehidupan,hukum hakam yang berlaku bagi alam semesta dan berbagai hakikat segala sesuatu.
Ini supaya,petunjuk ini menjadi pemangkin yang dapat menyingkap tentang adanya pembuat dan pencipta ala mini,dan selanjutnya petunjuk ini akan menggerakkan fitrah yang berada di hati setiap manusia itu untuk membimbingnya kepada hakikat yang lebih besar lagi yakni mengenal Allah.
Fitrah insan
Allah menciptakan manusia dengan membekalkan pelbagai ciri-ciri dan sifat-sifat yang sangat unik dan beraneka ragam.Allah juga menanamkan kepada manusia banyak fitrah.Antara fitrah-fitrah yang Allah bekalkan itu ialah fitrah untuk mengenali tuhannya dan cuba untuk mencari dimana tuhannya.Ini sebab,apabila manusia berusaha mengenali tuhan dan cuba mendekatkan diri mereka kepada tuhan timbullah dalam hati mereka suatu ketenangan yang tidak boleh dijelaskan melalui akal fikiran atau kata-kata.Tidak seperti ketenangan-ketenangan yang dihasilkan dari usha-usha selain dari mengingati tuhan sebagai contoh menghisap rokok,melepak bersama rakan-rakan dan sebagainya.usha-usha ini hanyalah berjaya menghasilkan ketenangan yang sementara dan selepas itu akan mengundang pula kesusahan.Ketenangan dengan mengingati Allah ini adalah satu bentuk ketenangan yang hakiki.
Manusia ini tidak perlu belajar dan diajar untuk menimbulkan perasaan bertuhan di dalam jiwa mereka,sebagaimana perasaan kasih sayang ibu kepada anak-anaknya,perasaan seorang lelaki yang memerlukan seorang wanita dan sebaliknya.Perkara ini berlaku secara semula jadi di dalam jiwa seorang hamba Allah.Manusia-manusia ini akan tetap mencari tuhan mereka.

Disini membuktikan mengapa kebanyakan manusia di dalam dunia ini beragama.Walaupun kebanyakan agama yang mereka anuti itu adalah satu agama yang sesat tetapi mereka mempunyai satu usha yang mana mahu beragama yakni mahu bertuhan.Fitrah mahu bertuhan ini juga dapat dibuktikan lagi dengan sikap satu kaum yang terputus dari ketamadunan moden yang masih lagi mengaku dan percaya kepada kewujudan tuhan.Sebagai contoh orang-orang asli yang berada di tengah-tengah hutan yang jauh dari kemudahan perhubungan dan segala teknologi.mereka juga percaya kepada kewujudan tuhan.Ini ditafsirkan dari penemuan pelbagai aneka berhala yang dipercayai menjadi tempat pemujaan manusia-manusia di perkampungan orang asli.
Jika begitu sifatnya seorang manusia,apa sebenarnya perjuangan para rasul.rasul bukan dihantar ke sesuatu kaum semata-mata untuk mengajar manusia untuk kenal kepada tuhan.Ini kerana dengan tidak dengan kedatangan rasul pun memamg mereka akan percaya kepada kewujudan tuhan hasil dari fitrah yang telah dibekalkan.
Kita boleh bertanya kepada orang hindu,cina dan sebagainya.Rasa-rasanya siapa yang telah menciptakan alam ini,siapa yang menurunkan hujan,yang memberikan rezeki dan siapa yang mengaturkan alam yang begitu indah ini.sudah pasti mereka akan menjawab yang menciptakan semua ini adalah tuhan.Tidak kiralah apa nama tuhan sekalipun yang mereka katakan tetapi ia tetap merujuk kepada kuasa tuhan.
Allah SWT mengutuskan nabi kita kepada kaum quraish dan manusia keseluruhannya.Kaum quraish lebih hebat daripada orang lain.Mereka mempunyai baitullah.Quraish bersumpah dengan nama Allah.Nama bapa nabi kita juga Abdullah yang diberikan datuknya sebelum kelahiran nabi.Mereka kenal Allah.Apabila mereka membuat satu kepungan ekonomi kepada nabi muhamad dan bani hashim,mereka memulakan perjanjian dengan menggunakan nama Allah. Al-quran banyak sekali merakamkan peristiwa ini.firman Allah:
Jika ditanya mereka siapa yang menciptakan langit dan bumi,yang menundukkan bulan dan matahari niscaya kafir quraish itu akan menyatakan Allah.

Jika orang-orang quraish percaya tentang kewujudan Allah mengapa perlu rasul diutuskan.Mengapa perlu rasul bertarung dengan mereka dan mengapa mereka berusha menentang dakwah rasul jika asas keimanan dan kepercayaan mereka sama iaitu tumpuannya tentang kewujudan Allah.Ternyata seruan kepada Islam,seruan kepada agama bukanlah sekadar mempercayai wujudnya Allah.Kerana seruan wujudnya Allah sesuatu yang telah dipercayai manusia keseluruhannya.
Hatta orang melayu sendiri yang mungkin tidak melakukan solat dan tidak pernah menjaga hubungannya dengan allah apabila mendapat tahu yang dirinya sakit dan mungkin hanya mampu untuk hidup dalam beberapa bulan sahaja lagi mengikut ilmu kedokteran,mereka tidak lagi akan mencari dokter malah mencari para ustaz untuk menanyakan bagaimana solat taubat,bagaimana solat hajat dan ibadah-ibadah yang lain.apabila manusia itu berasa putus harapan atau berasa tiada sesiapa yang boleh memberikan pertolongan maka mereka akan kembali kepada fitrah mereka.mereka berusha mencari tuhan mereka.

Jadi persoalannya apa yang membawa para rasul berjuang menegakkan kalimah Allah,dan apa pula yang membawa kaum quraish memerangi rasullullah SAW.
Jika orang Islam mengatakan keimanan mereka setakat beriman kepada Allah dan mempercayai kewujudan Allah,apa bezanya mereka dengan abu jahal.apa juga bezanya mereka dengan abu lahab.Abu jahal dan abu lahab juga beriman kepada kewujudan Allah.Lebih mantap lagi jika ada yang mengatakan sekadar percaya kepada kewujudan Allah,syurga dan neraka.Apa bezanya mereka dan iblis.iblis lebih yakin dari kita tentang semua itu.iblis pernah melihat Allah.kita tidak akan dapat menandingi keimanan iblis tentang ini.
Sebelum menjawab tentang apa sebenarnya perjuangan para rasul ini,mari kita teliti apa yang akan terjadi apabila fitrah yang ada di dalam diri manusia ini tidak dikendalikan dengan wahyu yang di turunkan allah kepada para rasulnya.Hal ini akan menghasilkan kesan-kesan yang negative dan tidak akan membuahkan kesan yang positif.
Saya suka membawa teman-teman menyelami sebuah cerita di mana memperlihatkan kita jelas akan kesan apabila fitrah yang ada di dalam jiwa manusia itu tidak dikendalikan dengan wahyu dari Allah SWT.
Mari kita menyelami kehidupan orang asli yang tinggal jauh ke dalam hutan.fitrah bertuhan itu wujud dalam jiwa mereka tetapi islam tidak sampai ke sana.Oleh sebab itu kita dapati begitu banyak patung-patung berhala di sana.Ini adalah tafsiran kepada usha mereka dalam mencari tuhan.Jika di tanya pada diri kita,apakah jawapan yang boleh kita berikan untuk menjelaskan hakikat ini.

Mungkin di antara penduduk orang asli itu mempunyai seorang yang barangkali IQnya lebih tinggi berbanding orang asli yang lain.Disebabkan fitrah manusia ini memerlukan kuasa yang lebih kuat dalam membantu mereka mengharungi kehidupan,maka si cerdik pandai ini akan bangun dan berkata kepada seluruh penduduknya akan perasaan yang sebenarnya kita memerlukan satu kuasa yang lebih besar dalam memastikan kehidupan kita ini dilindungi olehnya.Mungkin orang ini kita kenali sebagai tok batin.
Tok batin: wahai teman-temanku sekalian,mahukah kalian tahu yang kita ini bukan terjadinya sendiri tetapi kita ini telah diciptakan tuhan.tuhan ini amat berkuasa,dan kita seharusnya meminta pertolongan daripadanya.
Agak-agaknya jika tok batin ini berkempen tentang tuhan,apakah soalan-soalan yang akan ditanya oleh kaumnya.
Kaum asli: baiklah,jika begitu,dimanakah tuhan itu dan bagaimanakah tuhan itu.kami mahu tahu.
Disebabkan rasul atau islam tidak sampai,maka dengan sendirinya tok batin itu tadi akan berkata.
Tok batin: kalau begitu,beri saya tempoh seminggu.saya mahu balik dan fikir.
Tok batin itu pun pulanglah ke rumah dan mula untuk berfikir bagaimanakah tuhan itu sebenarnya.
Teman-teman,apabila manusia itu berkhayal,khayalan manusia itu hanya apa yang ada di persekirannya sahaja.Khayalan manusia itu tidak akan lebih dari apa yang telah mereka lihat,apa yang telah ia sentuh,apa yang telah ia dengar dan apa yang telah ia hidu.begitulah khayalan manusia yang tidak lebih dari apa yang ada di persekitarannya sahaja.manusia ini makhluk yang terbatas dengan apa yang ada pada indranya sahaja.
Sebagai satu contoh,kita akui orang barat ini begitu kreatif dalam menciptakan sesuatu yang baru sebagaimana mereka telah menciptakan makhluk alien yang mereka sendiri tidak pernah melihatnya.Jika kita perhatikan bentuk dan sifat alien yang diciptakan ini,sebenarnya alien ini tidak lebih dari haiwan-haiwan yang ada di muka bumi ini,mempunyai mata,hidung,mulut dan mungkin mereka memperbesarkan telinganya sedikit,tetapi kenyataannya sifat alien itu tidak lebih dari apa yang ada dipersekitaran mereka sahaja.

Jadi,apabila yang berkhayalkan tuhan itu orang cina maka tuhan mereka pun seperti orang cina.perutnya seperti orang cina,matanya seperti orang cina,bentuk kepala pun seperti orang cina dan jika cantik pun secantik gadis cina.kesimpulannya khayalan manusia ini tidak lebih dari apa yang mereka lihat sahaja.datang pula orang india,jika mereka berkhayalkan tuhan,tuhan mereka juga seperti orang india.kita boleh lihat perut dan mata tuhan mereka seperti orang india,cuma mungkin orang india ini sangat taksub dengan roti canai,maka dibuatlah tuhan mereka itu bertangan banyak.Mungkin bagi mereka dengan tangan yang banyak itu lebih pantas lagi untuk membuat roti canai.ini memberikan gambaran yang hebat pada tuhan mereka.Barangkali.


Setiap kaum atau bangsa yang cuba menyifatkan tuhan tanpa wahyu maka mereka menjadi sesat,ini menyebabkan mereka akan mengasakan agama yang batil.Itu sebab antara larangan di dalam agama ialah jangan kamu memperkatakan tentang Allah tanpa kamu tidak mengatahui.Mereka akan mencipta dan agama akan terbatas pada kaum mereka sahaja.ini kerana apabila orang lain yang bukan berbangsa mereka mahu masuk ke dalam agama mereka,kita ambil contoh orang cina mahu tukar agama hindu.Tuhan orang india pun macam hindu,bagaimana orang cina mahu sembah,kerana pada tuhan mereka itu telah menampakkan isu perkauman.Tetapi Allah tidak mempunyai unsur arab,mungkin sebahagian orang mengatakan mengapa ayat-ayat alquran itu berbahasa arab.ini sebab utusan Allah ketika itu adalah dari golongan arab dan untuk berdakwah pada orang arab yang ketika itu syair arab merupakan sesuatu yang dianggap mulia bagi mereka.Bagi menguatkan lagi kefahaman kita dalam hal ini,kita boleh rujuk kitab yang ditulis oleh dr.muhamad sa’id ramadhan albuthy yang bertajuk sirah rasullullah.Beliau membahaskan mengapa jazirah arab merupakan tempat pilihan Allah dalam menghantar nabi muhamad SAW untuk mengajar manusia.Tidak mungkin nabi muhamad yang berbangsa arab yang akan mengajar orang-orang arab sekitarnya tetapi mendapat wahyu di dalam bahasa melayu.Dalam kita cuba memahami sikap perkauman yang berlaku di dalam agama selain agama islam, contoh ini sangat baik untuk kita jadikan tauladan.Orang-orang kristian telah mengantikan Allah dengan jesus christ,gantikan Allah dgn nabi isa kononnya,maka nabi isa di dunia barat kulitnya,rupanya seperti pemuda barat tetapi nabi isa adalah dari bani Israel.Tetapi apa yang berlaku pada nabi isa di gereja-gereja india kulitnya berubah menjadi gelap.Mungkin lama benar rasanya dijajah oleh inggeris dan tidak tahan lagi untuk melihat orang inggeris lalu menggelapkan wajah jesus Christ.
Maka dalam agama islam mengharamkan sesiapa sahaja yang menyatakan dzat allah melainkan melalui apa yang diajar kepada rasul.maka tanda iman kepada Allah itu adalah menyifatkan tuhan bagaimana tuhan sifatkan dirinya.
Kita balik pada kisah orang asli itu tadi.tamatla tempoh seminggu.masa yang ditunggu-tunggu pun sudah sampai.setelah tok batin bertungkus lumus memikirkan tentang rupa tuhan,akhirnya siap juga tuhan tok batin.Tok batin ini memang sangat takut kepada harimau.Jadi untuk membuatkan dia orang ramai ini sentiasa berasa takut dengan tuhan,maka dibuatlah satu patung yang menyerupai harimau dan mengatakan ia sebagai tuhan.
setelah tok batin ni menerangkan tentang tuhan kepada kaumnya dan mendapat restu dari kaumnya,rasa-rasanya apa soalan seterusnya yang diajukan kepada tok batin.
Kaum asli : wahai tok batin.kalau begitu,apa yang tuhan mahu dari kami sekalian.
: atau soalan yang lebih kurang sama,bagaimanakah cara kita untuk menyembah tuhan ini.
Tok batin : ye tak ye kan,kalau macam tu beri lagi saya seminggu,saya nak balik dan fikir.
Kaum asli : baik-baik.silekan.
Tok batin pun pulang dan mula berfikir.Tok batin betungkus lumus memikirkan bagaimana untuk menyembah tuhan.
Akhirnya tok batin berjaya juga.
Disinilah bermula pelbagai cara ibadah yang diterapkan dalam agama selain agama islam yang mungkin membuatkan kita tertanya-tanya pada masa kecil dahulu.
Persoalannya teman-teman,mengapa tok batin itu reka.
Tok batin ini mereka-reka kerana tiada wahyu dalam membawa fitrah insan ini ke jalan yang lurus.
Untuk itu pekara yang penting selepas tidak boleh menyifatkan tuhan dengan apa yang telah tuhan sifatkan dirinya,kita juga tidak boleh memperkatakan kehendak dan peraturan ibadah selain apa yang telah diwahyukan kepada rasulnya.Sesiapa yang cuba menyatakan bentuk ibadah dan cara pengabdian kepada tuhan tanpa melalui wahyu dia seakan-akan sama dengan dengan sami yang mereka-reka agama ini.
Maka wahyu mesti menjadi teras dalam agama.
Demikian itu kedatangan dan perjuangan para rasul terkumpul dua masalah yang besar iaitu mengajar manusia tentang akidah dan ibadah.allah berfirman di dalam al quran surah an-nahl:
‘Kami telah menghantar kepada setiap umat rasul untuk menyuruh manusia mengabdikan kepada Allah dan menjauhkan diri daripada taghut’.
Akidah yang dibawa oleh rasul bukan sekadar percaya tentang tuhan itu wujud tetapi konsep sebenarnya adalah akidah yang membersihkan dari segala macam bentuk syirik bahkan hendaklah mendaulatkan tuhan di dalam ibadah.Kita tidak akan menyembah melainkan Allah,kita tidak akan bertawakal melainkan hanya kepada Allah,kita tidak akan mengharapkan melainkan hanya kepada Allah dan kita tidak akan beribadah kepada Allah melainkan dengan cara yang telah Allah wahyukan.Kalau tidak orang beribadah ini merata-rata,setakat ikhlas tok sami budha itu lebih ikhlas.Mereka kadang-kadang tidak ada makanan tetapi masih teruskan berjalan menyampaikan pengetahuan mereka tentang tuhan.Sami budha itu tidak mempunyai apa-apa,hanya buah limau sahaja.Kalau ditanya tok sami itu apa yang dibuatnya,dia akan menjawab sengaja saya mahu masuk neraka sedikit.no,no,tidak,dia tidak akan berkata begitu,dia mesti mahu masuk ke dalam syurga.
Walaupun dia ikhlas tetapi tidak menepati wahyu dari Allah SWT.dalam firman Allah:
Allah mahu menguji kita yang manakah hambanya yang paling tepat dan paling ikhlas amalannya.
Kalau begitu,aminah wadut juga ikhlas tetapi tidak tepat.

Maka,kedatangan para rasul adalah untuk menegakkan kalimah la ila haila Allah.Inilah kemuncak aqidah sebenarnya,bukanlah kemuncak aqidah itu hanya mempercayai pada kewujudan Allah.Jika kita mengatakan Allah sebagai tuhan abu jahal sememangnya setuju.Sebelum nabi muhamad lahir lagi kaum kafir quraish telah mengenali Allah.Kemuncak aqidah ini dimulakan dengan penafian iaitu nafikan segala bentuk peribadatan selain allah.Barulah dipanggil sebagai penafian dan sekarang hanya Allah SWT sebagai tuhan.Apabila seruan aqidah itu dimulakan dengan kalimah la ila haila Allah maka berlakulah satu pertelingkahan dan permusuhun antara abu jahal dan nabi muhamad SAW.Hal ini terjadi kerana disamping abu jahal mempercayai Allah sebagai tuhan ,di hati abu jahal masih lagi tersimpan kebesaran-kebesaran selain Allah.
Maka inilah perjuangan para rasul dalam membersihkan aqidah daripada dikotori perkara-perkara yang syirik.
Kesimpulannya yang dapat kita ambil dari tulisan ini ialah:
- setiap insan itu mempunyai fitrah untuk bertuhan,tetapi bagaimanakah cara yang terbaik untuk memastikan fitrah itu dipandu oleh agama yang diyakini benar.
- apabila kita beragama,seharusnya kita perlu memastikan yang beragamanya kita ini dapat membawa kita menemui kejayaan.alangkah ruginya jika kita beragama dengan agama yang benar tetapi tidak berjaya juga membawa kita kepada kejayaan atau syurga Allah.


